Jumat, 18 Desember 2015

APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015

APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015

APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015
APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015 ini tersimpan di GOOGLE DRIVE dengan begitu dipastikan terbebas dari ancaman virus (clean), diuploadkan pada hari Minggu, September 13, 2015. Silahkan gunakan file di atas sesuai dengan fungsinya untuk membantu tugas atau pekerjaan semua rekan Guru menjadi cepat terselesaikan.
LINK DOWNLOAD
Cara DOWNLOAD
Klik Share untuk mulai DOWNLOAD File
BERAMALAH HARI INI dengan cara SHARE File APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015 menggunakan TOMBOL di Bawah :

SPESIFIKASI FILE APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015


Judul : APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015

Jenis : .Docx [Microsoft Word], .Xlsx [Microsoft Excel], Pptx [Power Point]

Kegunaan : APLIKASI-NILAI-KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL -SD-Kelas-6.xls APLIKASI-NILAI-KRITERIA KETUNTA... ...

Tanggal : Minggu, September 13, 2015

Author : OperatorSekolah DotCom
APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015
File Operator Sekolah mengucapkan banyak terima kasih karena anda telah sempat berkunjung, jika ada file pada artikel APLIKASI KKM SD KTSP KELAS 1,2,3,4,5,6 Excel 2015 ternyata rusar (error), jangan sungkan untuk melaporkannya kepada admin melalui Kotak Komentar atau Kontak Layanan (Rekomedasi). Semoga semua file yang ada di halaman ini memang sesuai dengan apa yang anda cari. Ayo Gabung bersama kami di Jejaring Sosial untuk mendapatkan informasi Update tercepat melalui:
Disclaimer. Kami tidak Bertanggung Jawab jika ternyata file yang anda download tidak sesuai dengan harapan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kami ucapkan mohon maaf. Cara Download : Klik nama file, pada halaman selanjutnya silahkan tekan tombol "confirm..." [Kirim Email Apabila mengalami kesulitan]

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada semua Guru yang ada di MIN dan MTsN peserta Uji Kompetensi Guru 2015 adalah sebagai berikut :
a. Uji Kompetensi Guru 2015  bertempat di MAN Srono pada tanggal 13 Desember 2015  pada Jam 07.30 WIB ;
b. Seragam yang digunakan :
– Pria  : Kemeja Atas Putih berdasi Bawah celana Hitam ;
– Wanita : Baju Atas Putih, jilbab Hitam ; Bawah celana/rok Hitam
c. Pembagian ruang down load disini Pembagian Ruang UKG MTsN Bwi
d. Tata tertib down load disini TATA TERTIB UJI KOMPETENSI GURU MIN DAN MTsN
Tolong sampaikan ke yang lainnya
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.

INSTRUMEN MONEV BOS DAN BOP TAHUN 2015

Untuk lembaga yang sudah dihubungi pihak Penma, silahkan download Instrumen dibawah ini :
  • Untuk RA download disini
  • Untuk MI, MTs dan MA download disini
Intrumen ini harap di isi dan dibawa ke tempat Monev dan jangan lupa membawa stempel
Tolong dipersiapkan SPJ BOS dan BOP Semester 1 dan buku yang berkaitan dengan SPJ tersebut.
Demikian atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.
silahkan donuload disini :

Rabu, 11 November 2015


JADWAL DEWAN JURI LOMBA DALAM RANGKA
PANITIA PENGAJIAN UMUM &
HAFLAH AKHIRISSANAH P2S2 NURUL AMIN
SECANG KALIPURO BANYUWANGI
TAHUN 2015
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL TAHFIDZ FASHOHAH ADAB REKAP NILAI
1 RA   1 Bacaan Surat- Suarat Pendek   Siti Maryam Mastuki, S.PdI Zainal Arifin Santoso, S.Pd Siti Sumaena
  2 Hafalan Do'a - Do'a Sehari-hari   Siti Maryam Mastuki, S.PdI Zainal Arifin Santoso, S.Pd Siti Sumaena
  3 Hafalan Hadits   Siti Maryam Mastuki, S.PdI Zainal Arifin Santoso, S.Pd Siti Sumaena
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL TAHFIDZ FASHOHAH ADAB REKAP NILAI
2 MI   1 Bacaan Do'a Sholat   Moh. Hady, S.Pd Mastuki, S.PdI Zainal Arifin Nur Kahfi Nur Hayati
 
Hafalan Juz 'Amma   Abdullah Syahuri Santoso Nur Kahfi Abd. Rohman
HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
PROTOKOL Ketepatan Rukun Fi'li, Qouli & Sunnah Hai'at & Ab'ad ADAB REKAP NILAI
  2 Praktek Sholat Munfarid   Moh. Hady, S.Pd Zainal Arifin Syahuri Abd. Rohman
  3 Praktek Sholat Berjama'ah   Moh. Hady, S.Pd Mastuki, S.PdI Nur Kahfi Nur Hayati
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL TAHFIDZ FASHOHAH ADAB REKAP NILAI
3     1 tasrif Istilahi   Ali Mahrus Sahanuddin Misyadin Sofiyatun Ach. Taufiq
  2 Tasrif Lughowi   Ali Mahrus M. Nrdla Hasan Sofiyatun H. Sholihin Ach. Taufiq
  3 Juz 'Amma   Ali Mahrus Habsariyah Arisin Sofiyatun Ach. Taufiq
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL TAHFIDZ FASHOHAH TAJWID REKAP NILAI
4   MA 1 Juz 'Amma   Supriyanto KH. Husaini Hafidz M. Nrdla Hasan Zainal Arifin Guru MA
    2 Cerdas - Cermat     Dewan Juri diserahkan kepada Guru MA  
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL TAHFIDZ FASHOHAH ADAB REKAP NILAI
5   MADIN 1 Aqidatul 'Awam   Mastuki Abd. Qodir Jumadin Zainal Arifin Abd. Rohman
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL Murad & Ketepatan Bacaan ADAB REKAP NILAI  
6       Baca Kitab Faroidul Bahiyah   Mastuki M. Nrdla Hasan Jumadin Abd. Rohman  
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL I'rob & Ketepatan Bacaan ADAB REKAP NILAI  
7       Baca Kitab Jurmiyah   Mastuki M. Nrdla Hasan Misranto Abd. Rohman  
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS PROTOKOL Ketepatan Bacaan ADAB REKAP NILAI  
8       Baca Kitab Fathul Qorib   Misranto M. Nrdla Hasan Sahanuddin Santoso, S.Pd  
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS MC & AKURASI WAKTU FASHOHAH IRAMA ( LAGU ) TAJWID REKAP NILAI
9       MTQ Anak - Anak   Abdullah Sahanuddin Habsariyah Zainal Arifin Supriyanto
    MTQ Remaja   Abdullah Sahanuddin Habsariyah Zainal Arifin Supriyanto
    Tartil Anak - Anak   Ali Mahrus Santoso   M. Nardlo Hasan Sahurik
    Tartil Remaja   Ali Mahrus Santoso   M. Nardlo Hasan Sahurik
NO TINGKAT HARI / TANGGAL JENIS LOMBA KETENTUAN NAMA DEWAN JURI
KELAS MC & AKURASI WAKTU INTONASI EKSPRESI TEKNIK VOKAL ISI PIDATO
10       PADATO   Abdullah M Nardla Hasan Misranto Sahurik Arisin










ISI PIDATO










Nur Kahfi

Kamis, 16 April 2015

SUNAN AMPEL( Raden Rachmat )

Sunan Ampel / Raden Rachmat

 
sunanampel
PRABU Sri Kertawijaya tak kuasa memendam gundah. Raja Majapahit itu risau memikirkan pekerti warganya yang bubrah tanpa arah. Sepeninggal Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, kejayaan Majapahit tinggal cerita pahit. Perang saudara berkecamuk di mana-mana. Panggung judi, main perempuan, dan mabuk-mabukan menjadi ”kesibukan” harian kaum bangsawan –pun rakyat kebanyakan.
Melihat beban berat suaminya, Ratu Darawati merasa wajib urun rembuk. ”Saya punya keponakan yang ahli mendidik kemerosotan budi pekerti,” kata permaisuri yang juga putri Raja Campa itu. ”Namanya Sayyid Ali Rahmatullah, putra Kakanda Dewi Candrawulan,” Darawati menambahkan. Tanpa berpikir panjang, Kertawijaya mengirim utusan, menjemput Ali Rahmatullah ke Campa –kini wilayah Kamboja.
Ali Rahmatullah inilah yang kelak lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Cucu Raja Campa itu adalah putra kedua pasangan Syekh Ibrahim Asmarakandi dan Dewi Candrawulan. Ayahnya, Syekh Ibrahim, adalah seorang ulama asal Samarkand, Asia Tengah. Kawasan ini melahirkan beberapa ulama besar, antara lain perawi hadis Imam Bukhari.
Ibrahim berhasil mengislamkan Raja Campa. Ia kemudian diangkat sebagai menantu. Sejumlah sumber sejarah mencatat silsilah Ibrahim dan Rahmatullah, yang sampai pada Nabi Muhammad lewat jalur Imam Husein bin Ali. Tarikh Auliya karya KH Bisri Mustofa mencantumkan nama Rahmatullah sebagai keturunan Nabi ke-23.
Ia diperkirakan lahir pada 1420, karena ketika berada di Palembang, pada 1440, sebuah sumber sejarah menyebutnya berusia 20 tahun. Soalnya, para sejarawan lebih banyak mendiskusikan tahun kedatangan Rahmatullah di Pulau Jawa. Petualang Portugis, Tome Pires, menduga kedatangan itu pada 1443.
Hikayat Hasanuddin memperkirakannya pada sebelum 1446 –tahun kejatuhan Campa ke tangan Vietnam. De Hollander menulis, sebelum ke Jawa, Rahmatullah memperkenalkan Islam kepada Raja Palembang, Arya Damar, pada 1440. Perkiraan Tome Pires menjadi bertambah kuat. Dalam lawatan ke Jawa, Rahmatullah didampingi ayahnya, kakaknya (Sayid Ali Murtadho), dan sahabatnya (Abu Hurairah).
Rombongan mendarat di kota bandar Tuban, tempat mereka berdakwah beberapa lama, sampai Syekh Asmarakandi wafat. Makamnya kini masih terpelihara di Desa Gesikharjo, Palang, Tuban. Sisa rombongan melanjutkan perjalanan ke Trowulan, ibu kota Majapahit, menghadap Kertawijaya. Di sana, Rahmatullah menyanggupi permintaan raja untuk mendidik moral para bangsawan dan kawula Majapahit.
Sebagai hadiah, ia diberi tanah di Ampeldenta, Surabaya. Sejumlah 300 keluarga diserahkan untuk dididik dan mendirikan permukiman di Ampel. Meski raja menolak masuk Islam, Rahmatullah diberi kebebasan mengajarkan Islam pada warga Majapahit, asal tanpa paksaan. Selama tinggal di Majapahit, Rahmatullah dinikahkan dengan Nyai Ageng Manila, putri Tumenggung Arya Teja, Bupati Tuban.
Sejak itu, gelar pangeran dan raden melekat di depan namanya. Raden Rahmat diperlakukan sebagai keluarga keraton Majapahit. Ia pun makin disegani masyarakat. Pada hari yang ditentukan, berangkatlah rombongan Raden Rahmat ke Ampel. Dari Trowulan, melewati Desa Krian, Wonokromo, berlanjut ke Desa Kembang Kuning. Di sepanjang perjalanan, Raden Rahmat terus melakukan dakwah.
Ia membagi-bagikan kipas yang terbuat dari akar tumbuhan kepada penduduk. Mereka cukup mengimbali kipas itu dengan mengucapkan syahadat. Pengikutnya pun bertambah banyak. Sebelum tiba di Ampel, Raden Rahmat membangun langgar (musala) sederhana di Kembang Kuning, delapan kilometer dari Ampel.
Langgar ini kemudian menjadi besar, megah, dan bertahan sampai sekarang –dan diberi nama Masjid Rahmat. Setibanya di Ampel, langkah pertama Raden Rahmat adalah membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah. Kemudian ia membangun pesantren, mengikuti model Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Format pesantrennya mirip konsep biara yang sudah dikenal masyarakat Jawa.
Raden Rahmat memang dikenal memiliki kepekaan adaptasi. Caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Kata ”salat” diganti dengan ”sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang). Tempat ibadah tidak dinamai musala, tapi ”langgar”, mirip kata sanggar. Penuntut ilmu disebut santri, berasal dari shastri –orang yang tahu buku suci agama Hindu.
Siapa pun, bangsawan atau rakyat jelata, bisa nyantri pada Raden Rahmat. Meski menganut mazhab Hanafi, Raden Rahmat sangat toleran pada penganut mazhab lain. Santrinya dibebaskan ikut mazhab apa saja. Dengan cara pandang netral itu, pendidikan di Ampel mendapat simpati kalangan luas. Dari sinilah sebutan ”Sunan Ampel” mulai populer.
Ajarannya yang terkenal adalah falsafah ”Moh Limo”. Artinya: tidak melakukan lima hal tercela. Yakni moh main (tidak mau judi), moh ngombe (tidak mau mabuk), moh maling (tidak mau mencuri), moh madat (tidak mau mengisap candu), dan moh madon (tidak mau berzina). Falsafah ini sejalan dengan problem kemerosotan moral warga yang dikeluhkan Sri Kertawijaya.
Sunan Ampel sangat memperhatikan kaderisasi. Buktinya, dari sekian putra dan santrinya, ada yang kemudian menjadi tokoh Islam terkemuka. Dari perkawinannya dengan Nyai Ageng Manila, menurut satu versi, Sunan Ampel dikaruniai enam anak. Dua di antaranya juga menjadi wali, yaitu Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) dan Sunan Drajat (Raden Qosim).
Seorang putrinya, Asyikah, ia nikahkan dengan muridnya, Raden Patah, yang kelak menjadi sultan pertama Demak. Dua putrinya dari istri yang lain, Nyai Karimah, ia nikahkan dengan dua muridnya yang juga wali. Yakni Dewi Murtasiah, diperistri Sunan Giri, dan Dewi Mursimah, yang dinikahkan dengan Sunan Kalijaga.
Sunan Ampel biasa berbeda pendapat dengan putra dan murid-mantunya yang juga para wali. Dalam hal menyikapi adat, Sunan Ampel lebih puritan ketimbang Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga pernah menawarkan untuk mengislamkan adat sesaji, selamatan, wayang, dan gamelan. Sunan Ampel menolak halus.
”Apakah tidak khawatir kelak adat itu akan dianggap berasal dari Islam?” kata Sunan Ampel. ”Nanti bisa bidah, dan Islam tak murni lagi.” Pandangan Sunan Ampel didukung Sunan Giri dan Sunan Drajat. Sementara Sunan Kudus dan Sunan Bonang menyetujui Sunan Kalijaga. Sunan Kudus membuat dua kategori: adat yang bisa dimasuki Islam, dan yang sama sekali tidak.
Ini mirip dengan perdebatan dalam ushul fiqih: apakah adat bisa dijadikan sumber hukum Islam atau tidak. Meski demikian, perbedaan itu tidak mengganggu silaturahmi antarpara wali. Sunan Ampel memang dikenal bijak mengelola perbedaan pendapat. Karena itu, sepeninggal Maulana Malik Ibrahim, ia diangkat menjadi sesepuh Wali Songo dan mufti (juru fatwa) se-tanah Jawa.
Menurut satu versi, Sunan Ampel-lah yang memprakarsai pembentukan Dewan Wali Songo, sebagai strategi menyelamatkan dakwah Islam di tengah kemelut politik Majapahit. Namun, mengenai tanggal wafatnya, tak ada bukti sejarah yang pasti. Sumber-sumber tradisional memberi titimangsa yang berbeda.
Babad Gresik menyebutkan tahun 1481, dengan candrasengkala ”Ngulama Ampel Seda Masjid”. Cerita tutur menyebutkan, beliau wafat saat sujud di masjid. Serat Kanda edisi Brandes menyatakan tahun 1406. Sumber lain menunjuk tahun 1478, setahun setelah berdirinya Masjid Demak. Ia dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, di areal seluas 1.000 meter persegi, bersama ratusan santrinya.
Kompleks makam tersebut dikelilingi tembok besar setinggi 2,5 meter. Makam Sunan Ampel bersama istri dan lima kerabatnya dipagari baja tahan karat setinggi 1,5 meter, melingkar seluas 64 meter persegi. Khusus makam Sunan Ampel dikelilingi pasir putih. Setiap hari, penziarah ke makam Sunan Ampel rata-rata 1.000 orang, dari berbagai pelosok Tanah Air.
Jumlahnya bertambah pada acara ritual tertentu, seperti saat Haul Agung Sunan Ampel ke-552, awal November lalu. Pengunjungnya membludak sampai 10.000 orang. Kalau makam Maulana Malik Ibrahim sepi penziarah di bulan Ramadhan, makam Sunan Ampel justru makin ramai 24 jam pada bulan puasa.

Kamis, 26 Maret 2015


MI%20Ibrahimy,MI%20Ibrahimy,MI%20Ibrahimy,MI%20Ibrahimy,MI%20Ibrahimy
REKAPITULASI NILAI TRY OUT 
MADRASAH IBTIDAIYAH IBRAHIMY
SECANG KALIPURO BANYUWANGI
TAHUN PELAJARAN 2014-2015








NO NAMA PESERTA NILAI JUMLAH NILAI RATA-RATA RANK
B. INDO MTK IPA
23  Sulastri  84.00 37.50 72.50 194.00 64.67 1
27  Kholifatul Ulya  80.00 32.50 60.00 172.50 57.50 2
8  M.Rendy Agung Octaviyanto  78.00 25.00 67.50 170.50 56.83 3
2  Hafidul Hasan  84.00 27.50 55.00 166.50 55.50 4
20  Siti Nur Azizah  80.00 37.50 47.50 165.00 55.00 5
6  Lilis Febriyanti  78.00 22.50 60.00 160.50 53.50 6
19  Shofiana Dewi  74.00 37.50 47.50 159.00 53.00 7
26  Zahrotul Lailiyah  74.00 27.50 57.50 159.00 53.00 8
9  Muhammad Cholil  68.00 20.00 70.00 158.00 52.67 9
14  Rifki Nurirawan  70.00 27.50 55.00 152.50 50.83 10
28  Nabila Arsisahwa  68.00 32.50 47.50 148.00 49.33 11
1  Chotimatur Rosyidah  70.00 27.50 50.00 147.50 49.17 12
11  Nur Intan Mustika Sari  54.00 30.00 62.50 146.50 48.83 13
10  Nur Hasanah  72.00 35.00 37.50 144.50 48.17 14
17  Rofi'ah  66.00 32.50 45.00 143.50 47.83 15
13  Nuri Sofiatul Azizah  70.00 27.50 42.50 140.00 46.67 16
12  Nur Wahida  58.00 27.50 52.00 137.50 45.83 17
16  Risgiyanto  60.00 22.50 55.00 137.50 45.83 18
18  Rohmatus Sholihah  56.00 37.50 42.50 136.00 45.33 19
25  Titin Kusniatin  68.00 22.50 42.50 133.00 44.33 20
5  Huzaimatul Jannah  66.00 20.00 45.00 131.00 43.67 21
21  Siti Nur Halimah  68.00 22.50 40.00 130.50 43.50 22
22  Siti Zulaifah  68.00 15.00 45.00 128.00 42.67 23
15  Rismayanti  72.00 17.50 37.50 127.00 42.33 24
24  Taufiqur Rahman  62.00 22.50 42.50 127.00 42.33 25
4  Hiliyatul Fitriyah  64.00 12.50 50.00 126.50 42.17 26
3  Hariono  60.00 20.00 45.00 125.00 41.67 27
7  Lisa Umi Sariyani  66.00 12.50 42.50 121.00 40.33 28
29  Muhammad Kholil  52.00 25.00 42.50 119.50 39.83 29
JUMLAH NILAI 1990.00 757.50 1459.50 4207.00 1402.33  
NILAI TERTINGGI 84.00 37.50 72.50 194.00 64.67  
NILAI TERENDAH 52.00 12.50 37.50 119.50 39.83  
NILAI RATA-RATA 68.62 26.12 50.33 145.07 48.36  
STANDAR DEVISIASI 8.44 7.31 9.58 18.15 6.05  













Banyuwangi, 21 Maret 2015





Kepala Madrasah





































MISRANTO, S.Pd

Minggu, 22 Maret 2015

PROFIL KHR AS’AD SYAMSUL ARIFIN

HR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN
KH R. As’ad Syamsul Arifin lahir di mekkatal mukarromah pada tahun 1897, beliau di boyong oleh ayahandanya ketika belum genah umur 11 tahun, sesampainya di tanah air tepat di Kembang Kuning Pamekasan Madura dan tidak lama dari kepulangannya dari Mekkah, beliau bersama Keluarga besar KHR Syamsul Arifin hijrah ke Asembagus Situbondo dan membuka Ponok Pesantren baru di Sukorejo.
Pada masa mudanya, KH R. As’ad muda menghabiskan masa lajangnya di berbagai pondok pesantren di pulau jawa. Beberapa PONPES yang pernah beliau tempati dalam mengais ilmu agama, antara lain PP Demangan Bangkalan asuhan KH. Cholil, PP Panji, Buduran, PP Tetango Sampang, PP Sidogiri Pasuruan, PP Tebu Ireng Jombang dan berbnagai PONPES lainnya di Pulau Jawa dan Madura.
Setelah malang melintang di berbagai pesantren beliau melanjutkan studinya ke Makkatal Mukarromah dan disana beliau berguru kepada Ulama’-ulama besar seperti Sayyid Muhammad Amin Al-Qutby, Syekh Hasan Al-Massad, Sayyid Hasan Al-Yamani dan Syekh Abbas Al-Maliki, serta beberapa ulama besar lainnya.
KHR. AS’AD SYAMSUL ‘ARIFIN DAN NAHDLOTUL ULAMA
Belum lengkap rasanya cerita NU tanpa peranan ulama besar ini, KHR. As’ad adalah sosok kyai yang dari awal telah menganut paham-paham ahl al-sunnah wa al-jama’ah dan selalu menghiasi kehidupan dalam kesehariannya dengan budaya-budaya ke-NU an.
Saat menjadi santri KH. Cholil bangkalan, Kyai As’ad muda menjadi santri kesayangan gurunya sehingga pada masa dimana terjadi peralihan Perkumpulan Ulama dalam “ Komite HIjaz “ menjadi “jam’iyah” Kyai As’ad muda menjadi satu-satunya mediator dalam penyampaian isyaroh KH. Cholil kepada KH. Hasyim As’ari Jombang. Beliau diutus oleh Kyai Cholil pada tahun 1924 beliau menyampaikan satu tongkat disertai Surat Thoha ayat 17 s/d 23, pada tahun 1925 beliau kembali di utus menyampaikan hasil istikhoroh gurunya kepada KH. Hasyim As’ari, beliau kembali kejombang dengan seuntai tasbih dan bacaan ya jabber, ya qohhar 3x.
Pada tahun 1945, ketika Laskar Hisbullah dibentuk Kyai As’ad langsung bergabung dan memimpin pasukan bergerilya di daerah besuki dan sekitarnya. Uniknya, pasukan yang beliau pimpin adalah bara mantan bajingan, mereka dihimpun dalam barisan pelopor yang kemudian engambil peran dalam perjuangan kemerdekaan dan penumpasan PKI di Situbondo 1965.
Setelah pemilu 1955, Kyai As’ad menjadi anggota konstituante sampai tahun 1959. setelah Lembaga itu di bubarkan oleh Bung Karno beliau tidak banyak beraktivitas di bidang politik.
Pada tahun 1971, Kyai As’ad menjadi DPRD KAbupaten Situbondo dan pada tahun 1977 beliau mendukun PPP karena NU saat itu mendukung PPP.
Selain itu, Kyai As’ad merupakan salah satu diantara sekian ulama yang selalu menjembati persoalan-persoalan yang terjadi antara pemerintah dan umat islam, khususnya warga NU. Sikapnya yang tegas dantangkas sertabijaksana, beliaiu mampu memainkan perannya sebagai ulama’ NU (pengayom Masyarakat) sekaligus sebagai politisi yang arif.
Kebijakan-kebijakan kembali dibuktikan pada tahun 1982 mengenai masalah mata pelajaran PMP yang menjadi kontrofersi antara umat islam dan pemerintah, tanpa banyak bicara beliau langsung menemui presiden soeharto dan menunjukan beberapa hal yang mestinya dikoreksi, tidak beberapa lama, dalam tahun itu juga PMP yang menuai kontrofersi tersebut direvisi dan disempurnakan oleh pemerintah.
Begitu pula ketika terjadi konflik antara Muslimin Indonesia vs NU dalam tubuh PPP dan rencana pemerintah memberlakukan Pancasila sebagai satu-satunya azas Organisasi Sosial, Politik maupun kemasyarakatan, tiba-tiba di PP Salafiyah Syafi’iyah berkumpul ratusan Ulama’ NU untuk mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung pada tanggal 18-21 Desember 1983. ketika semua Ormas Islam benyak menolak azas pancasila, justru Munas menerimanya dan menganggapnya tidak bertentangan dengan aqidah islam dan Munas tersebut memutuskan mengembalikan NU kegaris dan landasan asalnya, yang kemudian popular dengan istilah kembali ke khittah 1926. inilah sebagian dari peran Kyai As’ad dalam memulihkan keutuhan NU dan Umat Islam di Negara ini.
Beliau juga dengan Kearifannya pernah melakukan mufaroqoh pada saat kepemimpinan NU dibawah KH. Abdurrahman Wahid, karena dirasakan sebagai ketua telah melenceng, yang kemudian beliau mengubaratkan imam shalat telah kentut. Peristiwa ini terjadipada Muktamnar NU ke-28 di Krepyak, Yokyakarta.

PENCAIRAN BSM 2015 TAHAP I

Kepada Yth :
1. Kepala MAS
2. Kepala MTsS
3. Kepala MIS
Se-Kabupaten Banyuwangi
Sehubungan dengan pencairan BSM tahun 2015, dimohon Kepada Kepala Madrasah untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Realisasi dana BSM bagi siswa MI, MTs dan MA Swasta melalui Satker Kabupaten;
  2. Menginformasikan kepada siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk segera melapor ke Madrasah dengan membawa salinan / foto copy KIP;
  3. Menginformasikan kepada siswa yang tidak memiliki KIP tetapi orang tuanya memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) / Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan belum menerima BSM tahun 2014 untuk membawa salinan KKS/KPS nya ke Madrasah beserta bukti tambahan seperti Kartu Keluarga (KK);
  4. Apabila pendataan pengusulan siswa yang memiliki KIP/KKS/KPS telah selesai dan kuota masih tersedia, Madrasah dapat mengusulkan calon penerima BSM dengan memprioritaskan siswa yang orang tuanya peserta Program Keluarga Harapan (PKH), Siswa dari Rumah Tangga pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan/Desa (SKTM yang pembuatan tahun 2015 dan dilegalisir rangkap 5 untuk persiapan SPJ);
  5. Merekapitulasi siswa yang telah melaporkan KIP/KKS/KPS/PKH/SKTM serta data siswa sesuai kreteria yang telah ditetapkan untuk diusulkan sebagai calon penerima manfaat Program BSM / Indonesia Pintar
  6. Sebelum data usulan disetorkan ke Seksi Penma, tiap-tiap Madrasah harus membuat pengumuman yang berisikan nama-nama calon penerima BSM dan ditempel di Meding Madrasah supaya diketahui oleh semua siswa dalam rangka transparansi, Contoh Pengumuman oleh Madrasah disini;
  7. Bagi siswa yang belum mempunyai rekening, segera dibukakan rekening baru ke Bank Syariah Mandiri terdekat. Adapun pihak Bank Syariah Mandiri  memberi batasan untuk pembukaan rekening baru sampai dengan tanggal 26 Maret 2015.
  8. Contoh SK Penetapan siswa penerima BSM oleh Madrasah, untuk MI disini untuk MTs disini dan untuk MA disini;
  9. Contoh Berita Acara Surat Keputusan oleh Madrasah disini;
  10. Blanko BSM yang harus dilengkapi disini;
  11. Menyiapkan dan melengkapi semua Blanko yang telah disiapkan oleh Kemenag Kabupaten seperti contoh-contoh diatas dan harus diisi lengkap sesuai petunjuk yang ada;
  12. Berkas usulan yang disetorkan ke Penma yaitu hasil cetakan FORM PIP-01E dan CD yang berisikan file hasil scan Pengumuman oleh Madrasah yang sudah ditandatangani dan di stempel, scan SK Penetapan BSM yang sudah ditandatangani dan distempel, scan Berita Acara yang sudah ditandatangani dan distempel dan file blanko BSM format excel <Form PIP-01C, Form PIP-01E, Form Rekap, Form Tanda Tangan>, kemudian diserahkan ke Seksi Penma MULAI tanggal 6 April dan paling akhir tanggal 17 April 2015;
  13. Khusus untuk MI diserahkan lewat KKMI masing-masing
  14. Petunjuk Teknis Program Bantuan Siswa Miskin / Indonesia Pintar untuk siswa Madrasah tahun 2015 bisa di download disini
  15. Demikian mohon diperhatikan dan ditindaklanjuti. Terima kasih.
Mohon diinformasikan kepada yang lain.
Informasi terkait BSM bisa menghubungi Furqon (085258803137)